Friday, March 17, 2017
Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
Sel hewan dengan sel tumbuhan memiliki kedudukan dan fungsi yang sama sebagai unit struktural dan fungsional terkecil kehidupan. Namun, jika dilihat dari strukturnya, sel hewan dan sel tumbuhan memiliki sedikit perbedaan. Tidak semua organel sel hewan terdapat di dalam sel tumbuhan. Begitu juga sebaliknya, tidak semua organel yang terdapat di dalam sel tumbuhan dimiliki oleh sel hewan. Misalnya plastida hanya terdapat pada sel tumbuhan. Sel tumbuhan juga memiliki dinding sel dan vakuola yang berukuran besar. Sedangkan organel yang hanya dimiliki oleh sel hewan adalah dua sentriol di dalam sentrosom, yang berperan dalam pembelahan sel.
(image)
Perbedaan sel hewan dengan sel tumbuhan diantaranya:
SEL HEWAN
1. Tidak memiliki dinding sel
2. Bentuknya tidak tetap karena hanya memiliki membran plasma
3. Tidak memiliki plastida
4. Mitokondrianya banyak
5. Vakuolanya banyak dengan ukuran yang kecil
6. Sentrosom dan sentriol tampak jelas
SEL TUMBUHAN
1. Memiliki dinding sel yang mengandung selulosa
2. Bentuk tetap karena memiliki dinding sel
3. Memiliki plastida
4. Mitokondria sedikit karena fungsinya dibantu oleh plastida
5. Vakuola sedikit tapi ukurannya besar
6. Sentrosom dan sentriolnya tidak jelas
Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan juga dapat dilihat pada tabel berikut ini:
(image)
Sumber:
https://belajar.kemdikbud.go.id/
Sel Sebagai Unit Struktural dan Fungsional Terkecil Makhluk Hidup
Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil mahkluk hidup. Sebagai unit struktural berarti setiap mahlulk hidup tersusun dari sel atau sel-sel. Sebagai unit fungsional berarti semua fungsi-fungsi kehidupan berlangsung di dalam sel. Sel yang menyusun tubuh makhluk hidup pada umumnya berukuran sangat kecil, hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Namun, beberapa sel dapat dilihat dengan penglihatan biasa, misalnya sel telur ayam. Ukuran sel penyusun tubuh makhluk hidup bervariasi. Ukuran sel mencerminkan fungsi yang dilakukan oleh sel tersebut, misalnya sel syaraf menjulur, panjang dan halus, berfungsi mengirimkan impuls syaraf dari permukaan tubuh kita ke otak.
Sel darah putih dapat bergerak dengan cepat dan berubah bentuk karena berfungsi membunuh kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Bentuk sel darah merah seperti cakram dan pipih, yang memudahkan sel darah merah ini bergerak di dalam pembuluh darah yang sempit. Beberapa sel batang tumbuhan, berbentuk panjang dan memiliki saluran atau lubang di tengahnya, yang berfungsi mengangkut air dan zat makanan di dalam tubuh tumbuhan seperti sel xilem dan sel floem.
Sejak sel ditemukan dan dapat diilihat, ilmu tentang sel berkembang dengan cepat. Berbagai teori tentang sel yang dikemukan oleh para ilmuwan membuat kita menyadari bahwa kehidupan kita merupakan kerjasama antar sel yang sangat teratur. Teori tentang sel, ilmuan yang mempelajari sel, dan struktur sel akan dijelaskan berkut ini:
1. Teori Tentang Sel
(images)
Istilah sel berasal dari kata “cellula” dari bahasa Latin yang berarti ruang kosong. Susunan atau bentuk sel pertama kali dilihat oleh Robert Hooke (1635 - 1703) dengan menggunakan mikroskop sederhana. Sel yang dilihat berupa sel mati yang berasal dari sel gabus kering dari kulit pohon ek, sel-selnya terlihat seperti kotak-kotak kosong.
2. Ilmuwan yang Mengemukakan Teori Sel
Pengertian sel berkembang sejalan dengan diketemukannya mikroskop oleh Antonio van Leuwenhoek (1632 - 1723). Beberapa ilmuwan yang mengemukakan teori sel yaitu:
(images)
- Felix Durjadin (1825) yang semula menyebut sel hewan sebagai sarcode, mengemukakan bahwa bagian sel yang terpenting adalah cairan di dalam sel, yang kemudian disebut protoplasma.
- Johannes Purkinye (1787 - 1869) menyebutkan bahwa cairan di dalam sel hidup yang merupakan bahan embrional di dalam telur disebut protoplasma.
- Robert Brown (1831) menemukan inti sel (nukleus) sebagai struktur penting dari sel hidup.
- Mathias Jacob Schleiden (ahli botani) dan Schwan (ahli zoologi) dari Jerman pada tahun 1939 menyatakan bahwa semua organisme tersusun dari bagian penting yang disebut sel.
- Rudolf Virchow (1855) menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan pertumbuhan makhluk hidup. Semua sel berasal dari sel juga (omne cellulae e cellulae).
- Max Schultze (1825-1874) mengatakan bahwa sel adalah massa protoplasma yang mengandung nukleus, sel merupakan kesatuan fungsional kehidupan.
(images)
3. Struktur Sel
(images)
Struktur sel penyusun tubuh organisme dibedakan menjadi sel prokariotik dan sel eukariotik. Perbedaan antara sel prokariotik dan sel eukariotik terletak pada ada atau tidaknya membran inti. Membran inti adalah membran yang menyelimuti inti sel. Sebagian besar DNA pada sel eukariotik berada di dalam inti sel yang diselubungi membran, sedangkan sel prokariotik tidak memiliki membran inti sehingga bahan inti selnya berada di dalam sitoplasma.
a. Sel Prokariotik
Sel prokariotik berasal dari bahasa Yunani (prokaryote, pro berarti “sebelum” dan karyon berarti inti). Sel prokariotik tidak diselubungi membran inti sehingga bahan inti berada di dalam protoplasma. Contoh sel prokariotik adalah bakteri (bacteria) dan ganggang hijau biru (cyanobacteria). Bagian-bagian penyusun sel prokariotik antara lain:
1. Membran Plasma (plasma membrane) adalah lapisan di luar sitoplasma yang berfungsi sebagai pelindung dan mengatur transportasi sel. Pengaturan transportasi sel untuk mengatur keluar masuknya substansi ke dalam dan ke luar sel. Membran plasma juga berperan dalam penerima rangsang yang datang dari luar sel. membran plasma pada sel prokariotik mengalami pelekukan ke arah dalam membentuk struktur yang disebut mesosom (mesosome). Mesosom berfungsi sebagai tempat terjadinya respirasi sel sehingga dihasilkan energi yang akan digunakan untuk aktifitas di dalam sel.
2. Sitoplasma (cytoplasm) adalah bagian sel yang berisi cairan tempat berlangsungnya metabolisme sel. Kandungan terbesar dalam sitoplasma adalah air (80-90%).
3. Nukleus (nucleoid) atau inti sel berfungsi sebagai pengendali dan pengatur seluruh kegiatan sel. Nukleus juga berfungsi sebagai pembawa informasi genetik yaitu kromosom, yang akan diturunkan ke generasi selanjutnya. Kromosom adalah struktur yang tersusun oleh molekul DNA dan protein (histon).
4. Ribosom (ribosome) merupakan struktur berupa butiran yang berfungsi untuk pembentukan protein.
5. Dinding sel (cell wall) adalah struktur pelindung kedua setelah membran plasma.
6. Kapsul (capsule) adalah struktur pelindung sel ketiga setelah membran plasma dan dinding sel.
7. Bulu Rambut (filli) berfungsi sebagai alat pelekatan sel bakteri pada suatu permukaan substrat atau benda.
8. Flagel (flagella) berfungsi dalam pergerakan sel, baik flagel maupun vili disusun oleh mikrotubulus.
b. Sel Eukariotik
(images)
Sel Eukariotik (berasal dari bahasa Yunani, eu berarti sejati/sebenarnya dan karyon artinya inti sel) merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti sel tersebut dibungkus oleh membran inti. Contohnya protista, jamur, tumbuhan, dan hewan.
Sumber:
https://belajar.kemdikbud.go.id/
Struktur dan Fungsi Bagian-Bagian Sel
Sel merupakan bagian yang mendasar pada ilmu biologi karena merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel.
Ukuran sel sangat kecil, yaitu berksar antara 5-15 mikron, sehingga untuk melihatnya harus menggunakan alat bantu berupa mikroskop. Struktur sel sama antara satu dengan lainnya. sel terdiri dari bagian-bagian sel yaitu membran sel, inti sel, sitoplasma, dan organel-organel sel.
Berikut ini adalah penjelasan bagian bagian sel dan fungsi bagian-bagian sel tersebut.
1. Membran sel
Membran sel adalah selaput yang terletak paling luar dan tersusun atas senyawa kimia lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau lipid dengan senyawa protein). Mmebran sel disebut juga membran plasma atau selaput plasma.
Lemak bersifat hidrofobik karena tidak larut dalam air, sedangkan protein bersifat hidrofilik karena larut dalam air. Oleh karena itu selaput plasma bersifat selektif permiabel atau semipermiabel. Bagian sel ini membatasi semua kegiatan yang terjadi di dalam sel sehingga tidak mudah terpengaruh oleh pengaruh dari luar.
Pada sel tumbuhan, membran sel dalam keadaan normal melekat pada dinding sel ekibat turgor dari dalam sel. Selain itu, pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut noktah. Pada noktah sering terdapat penjuluran sitoplasma yang disebut plasmodesma yang berfungsi menghubungkan sel yang satu dengan yang lain.
Membran sel memiliki beberapa fungsi. Fungsi membran sel yaitu sebagai pelindung sel, mengendalikan pertukaran zat, dan tempat terjadinya reaksi kimia.
2. Inti sel (nukleus)
Fungsi inti sel adalah mengatur semua aktivitas (kegiatan sel), karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi DNA untuk mengatur sintesis protein. Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu selaput inti (karioteka), nukleoplasma (kariolimfa), kromatin/kromosom, dan nukleolus (anak inti).
3. Sitoplasma dan organel-organel sel
Sitoplasma merupakan bagian sel yang berwujud cairan, khusus untuk cairan yang berada di dalam inti sel dinamakan nukleoplasma. Fungsi utama kehidupan berlangsung di dalam sitoplasma karena banyak terjadi reaksi kimia di sini.
Sitoplasma tersusun oleh air (90%) dan organel-organel sel. Organel sel adalah benda-benda yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup serta menjalankan fungsi-fungsi kehidupan.
Berikut ini adalah penjelasan organel-organel sel dan fungsi organel sel yang ada di dalam sitoplasma.
a. Mitokondria
Mitokondria adalah struktur-struktur kecil yang tersusun dari protein dan lipida yang membentuk suatu gel yang stabil dan keras. Mitokondria berbentuk lonjong dengan dua lapis membran, membran yang di dalam membentuk lipatan. Fungsi organel sel ini adalah sebagai penghasil energi karena terlibat dalam proses respirasi sel.
b. Badan golgi
Badan golgi terdiri dari suatu jaringan tak teratur yang sering terpusat di sekitar nukleus. Organel sel ini banyak terdapat pada sel-sel kelenjar dan syaraf, tetapi hanya sedikit pada sel-sel otot. Fungsi badan golgi adalah untuk ekskresi sel, pembentukan dinding sel, dan pembentukan lisosom.
c. Retikulum Endoplasma (RE)
RE merupakan organel sel yang menghubungkan inti dengan sitoplasma. Fungsi bagian sel adalah sebagai tempat perlekatan ribosom, memperkaya senyawa protein hasil sintesis ribosom yang melekat di permukaan membrannya, serta transfor zat dalam sel. RE dibedakan menjadi dua, yaitu RE kasar (RE yang ditempeli ribosom) dan RE halus (RE yang tidak ditempeli ribosom).
Selain menempel pada retikulum endoplasma, ribosom jugaterdapat di dalam sitoplasma. Ribosom adalah massa berbutir-butir yang mengandung RNA yang berhubungan dengan RE. Fungsi ribosom sebagai tempat sintesis protein.
d. Lisosom
Lisosom seperti vakuola berbentuk bulat dan berisi enzim hidrolitik atau lisozim. Fungsi bagian sel ini sebagai organ pencerna intraseluler, sekresi (mengeluarkan enzim hidrolitik), autolisis (kemampuan menghancurkan diri sel), dan eksositosis (mengeluarkan enzim keluar sel).
e. Sentrosom
Sentrosom hanya terdapat pada sel hewan. Oranel sel ini terletak di dekat inti sel dan berperan dalam pembelahan sel. Di dalam sentrosom terdapat sentriol yang berjumlah sepasang. Saat membelah, sentriol akan bereplikasi dan membentuk benang-benang spindel untuk pelekatan kromosom.
f. Plastida
Plastida merupakan bagian sel yang hanya ditemukan pada sel tumbuhan yang tersusun dari lipida dan protein. Macam-macam plastida yaitu kloroplas, kromoplas dan leukoplas.
Kloroplas adalah plastida yang mengandung klorofil, pigmen karatenoid, dan pigmen fotosintesis lainnya. fungsi kromoplas adalah untuk menangkap energi cahaya matahari yang digunakan dalam proses fotosintesis. Klorofil dibedakan menjadi bemacam-macam antara lain klorofil a memberikan warna biru, klorofil b memberikan warna hijau kuning, klorofil c memberikan warna hijau coklat, serta klorofil d memberikan warna hijau merah.
Kromoplas adalah plastida yang memberikan aneka ragam warna nonfotosintesis, antara lain : karoten memberikan warna merah kekuningan pada wortel, xantofill memberikan warna kuning pada daun yang sudah tua, fikosianin memberikan warna biru pada ganggang, fikosantin, memberikan warna coklat pada ganggang, dan fikoeritrin memberikan warna merah pada ganggang.
Leukoplas, adalah plastida yang tidak berwarna. Plastida ini biasanya terdapat pada organ tumbuhan yang tidak terkena cahaya matahari, misalnya pada akar, biji, dan daun muda. Leukoplas dibedakan menjadi 3, yaitu amiloplas (membentuk dan menyimpan amilum), elaioplas (membentuk dan menyimpan lemak), proteoplas (menyimpan protein).
g. Miktotubulus
Mikrotubulus merupakan organel sel yang bentuknya seperti pipa-pipa panjang yang halus, dan tersusun dari protein. Fungsi bagian sel ini adalah untuk mempertahankan bentuk sel, mengatur gerakan komponen-komponen sel, dan membantu dalam pembelahan sel mitosis.
h. Vakuola
Rongga berisi sitoplasma yang dibatasi oselaput tipis disebut tonoplas. Vakuola lebih sering ditemukan pada sel tumbuhan dari pada sel hewan. Organel sel ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu vakuola kontraktil/ berdenyut yang berfungsi sebagai osmoregulator serta vakuola nonkontraktil/ vakuola makanan untuk mencerna makanan dan mengedarkan hasil pencernaan makanan ke seluruh tubuh.
Selain fungsi tersebut, vakuola juga berperan untuk mempertahankan turgorditas sel, tempat penimbunan sisa-sisa metabolisme, tempat menyimpan zat makanan, serta mengandung enzim hidrolitik yang berfungsi sebagai lisosom waktu sel masih hidup.
i. Dinding sel
Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan yang tersusun dari selulosa. Bagian dinding sel yang tidak mengalami penebalan membentuk celah yang disebut noktah. Noktah berfungsi menghubungkan antar sel melalui penjuluran benang-benang sitoplasma yang disebut plasmodesma. Fungsi dinding sel sebagai tempat pelindung semua komponen dalam sel dan pemberi bentuk sel.
Thursday, November 10, 2016
Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
Pertumbuhann
Merupakan proses pertambahan biomassa atau ukuran (berat, volume atau jumlah) yang bersifat irreversible. Pertumbuhan merupakan proses kuantitatif. Alat untuk mengukur pertumbuhan disebut auksanometer.
Jenis pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan Primer
Merupakan pertumbuhan yang menyebabkan batang batang dan akar tumbuhan bertambah tinggi atau panjang. Diawali dengan pembelahan sel di daerah meristem apikal.
Tuesday, April 12, 2011
Pengertian Rokok dan Dampak Rokok
Pengertian Rokok
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.
Dampak Merokok
Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaian dari beribu – ribu zat di dalam rokok.
Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.
Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ. (dari berbagai sumber)
Bahaya bagi tubuh yaitu bisa mengakibatkan kanker, paru-paru, impotensi dan gangguan pada janin, sedangkan bahaya bagi lingkungan dapat menimbulkan polusi udara yang ditimbulkan dari asap rokok yang dihisap.
Sebenarnya yang paling berbahaya diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang berbahaya sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Rokok juga selain berbahaya juga bisa mematikan dan akan menimbulkan kecanduan kepada pemakainya.
Merokok bagi orang dewasa bisa berbahaya apalagi bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Oleh Karena itu, merokok dilarang di sekolah maupun di luar sekolah.
Akibat negatif dari rokok, sesungguhnya sudah mulai terasa pada waktu orang baru mulai menghisap rokok. Dalam asap rokok yang membara karena diisap, tembakau terbakar kurang sempurna sehingga menghasilkan CO (karbon mono oksida), yang disamping asapnya sendiri, tar dan nikotine (yang terjadi juga dari pembakaran tembakau tersebut) dihirup masuk ke dalam jalan napas.
CO, Tar, dan Nikotin tersebut berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan :
- Gelisah, tangan gemetar (tremor)
- Cita rasa / selera makan berkurang
- Ibu-ibu hamil yang suka merokok dapat kemungkinan keguguran kandungannya
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.
Dampak Merokok
Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaian dari beribu – ribu zat di dalam rokok.
Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.
Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ. (dari berbagai sumber)
Bahaya bagi tubuh yaitu bisa mengakibatkan kanker, paru-paru, impotensi dan gangguan pada janin, sedangkan bahaya bagi lingkungan dapat menimbulkan polusi udara yang ditimbulkan dari asap rokok yang dihisap.
Sebenarnya yang paling berbahaya diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang berbahaya sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Rokok juga selain berbahaya juga bisa mematikan dan akan menimbulkan kecanduan kepada pemakainya.
Merokok bagi orang dewasa bisa berbahaya apalagi bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Oleh Karena itu, merokok dilarang di sekolah maupun di luar sekolah.
Akibat negatif dari rokok, sesungguhnya sudah mulai terasa pada waktu orang baru mulai menghisap rokok. Dalam asap rokok yang membara karena diisap, tembakau terbakar kurang sempurna sehingga menghasilkan CO (karbon mono oksida), yang disamping asapnya sendiri, tar dan nikotine (yang terjadi juga dari pembakaran tembakau tersebut) dihirup masuk ke dalam jalan napas.
CO, Tar, dan Nikotin tersebut berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan :
- Gelisah, tangan gemetar (tremor)
- Cita rasa / selera makan berkurang
- Ibu-ibu hamil yang suka merokok dapat kemungkinan keguguran kandungannya
Monday, April 11, 2011
Silabus Mata Pelajaran Biologi
Silabus Mata Pelajaran Biologi Kelas X
Silabus Mata Pelajaran Biologi Kelas XI
Silabus Mata Pelajaran Biologi Kelas XII
Saturday, April 9, 2011
Penyakit Gastritis
Definisi Gastritis
Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung. Gastritis bukanlah suatu penyakit tunggal, namun beberapa kondisi-kondisi yang berbeda yang semuanya mempunyai peradangan lapisan lambung.
Penyebab-penyebab gastritis
Gastritis dapat disebabkan oleh terlalu banyak minum alkohol, penggunaan obat-obat anti peradangan nonsteroid jangka panjang (NSAIDs) seperti aspirin atau ibuprofen, atau infeksi bakteri-bakteri seperti Helicobacter pylori (H. pylori). Kadangkala gastritis berkembang setelah operasi utama, luka trauma, luka-luka bakar, atau infeksi-infeksi berat. Penyakit-penyakit tertentu, seperti pernicious anemia, kelainan-kelainan autoimun, dan mengalirnya kembali asam yang kronis, dapat juga menyebabkan gastritis.
Gejala-gejala gastritis
Gejala-gejala yang paling umum adalah gangguan atau sakit perut. Gejala-gejala lain adalah:
• bersendawa,
• perut kembung,
• mual dan muntah
• atau suatu perasaan penuh atau terbakar di perut bagian atas.
Darah dalam muntahan anda atau tinja-tinja yang hitam mungkin adalah suatu tanda perdarahan didalam lambung, yang mungkin mengindikasikan suatu persoalan yang serius yang memerlukan perhatian medis yang segera.
Gejalanya bermacam-macam, tergantung kepada jenis gastritisnya.
Biasanya penderita gastritis mengalami gangguan pencernaan (indigesti) dan rasa tidak nyaman di perut sebelah ataas.
Mendiagnosis gastritis
Gastritis didiagnosis melalui satu atau lebih tes-tes medis:
• Endoskopi saluran pencernaan bagian atas. Dokter mendorong dengan pelan-pelan suatu endoscope, suatu tabung kecil yang berisi sebuah kamera kecil, melalui mulut anda (atau adakalanya melalui hidung) dan turun kedalam lambung anda untuk melihat pada lapisan perut/lambung. Dokter akan memeriksa peradangan dan mungkin mengeluarkan suatu contoh kecil jaringan untuk pemeriksaan. Prosedur untuk mengangkat suatu contoh jaringan disebut sebuah biopsi.
• Tes Darah. Dokter mungkin memeriksa jumlah sel darah merah anda untuk melihat apakah anda mempunyai anemia, yang berarti bahwa anda tidak mempunyai cukup sel-sel darah merah. Anemia dapat disebabkan oleh perdarahan dari lambung.
• Tes Tinja/Feces. Tes ini memeriksa kehadiran darah dalam feces anda, suatu tanda perdarahan. Tes feces mungkin juga digunakan untuk mendeteksi kehadiran H. pylori dalam saluran pencernaan.
Merawat gastritis
Perawatan biasanya melibatkan meminum obat-obat untuk mengurangi asam lambung dan dengan demikian membantu menghilangkan gejala-gejala dan memajukan kesembuhan. Asam lambung mengiritasi jaringan yang meradang didalam lambung. Menghindari makanan-makanan, minuman-minuman, atau obat-obatan tertentu mungkin juga direkomendasikan. Jika gastritis anda disebabkan oleh suatu infeksi, persoalan itu mungkin juga dirawat. Contohnya, dokter mungkin meresepkan antibiotik-antibiotik untuk mehilangkan infeksi H. pylori. Sekali persoalan yang mendasarinya hilang, gastritis biasanya jug menghilang. Bicara dengan dokter anda sebelum memberhentikan obat apa saja atau memulai perawatan gastritis apa saja oleh anda sendiri.
Pengobatan
Pengobatan yang sering dilakukan oleh umumnya masyarakat adalah dengan mengkonsumsi obat obatan yang sudah siap untuk diminum seperti:
1. Obat maag jenis pengurang asam lambung/antasida
2. Obat maag jenis penyembuh luka lambung/ antiulserasi
3. Obat maag anti kembung/antiflatulen
4. Obat maag anti kejang/antispasmodik
5. Obat maag anti pembengkakan/antiinflamasi
6. Obat maag pengatur pencernaan/regulator gastro intestinal
7. Antibiotika
Selain obat-obatan menurut resep dokter, tanaman obat dapat mengatasi sakit gastritis ( radang lambung ). Antara lain ditujukan untuk menurangi peradangan dan infeksi, memperkuat dinding mukosa lambung, mengurangi kepekaan danding lambung, serta memperbaiki fungsi kelenjar-kelenjar lambung dan pencernaan secara umum.
Tumbuhan tersebut antara lain :
1. Adas (buah)
2. Akar manis (akar)
3. Daruju (akar)
4. Jeranggau (rimpang)
5. Kelambak (akar)
6. Komfrei (daun)
7. Kunci pepet (rimpang)
8. Kunyit (rimpang)
9. Lidah buaya (daun)
10. Pisang batu (daun)
11. Pulutan (akar)
12. Putri malu (seluruh bagian tanaman)
Pendidikan Kesehatan Pada Pasien Maag / Gastritis:
• Makan dengan porsi sedikit tapi sering.
• Jika pasien merasa lapar, jangan langsung minum – minuman yang mengandung kafein seperti teh, tapi digantikan dengan air putih hangat.
• Bila maag kambuh karena terlambat makan, jangan langsung makan – makanan berat misalnya nasi, tapi digantikan dengan makanan ringan seperti crackers.
• Makan secara benar, hindari makan – makanan yang dapat mengiritasi terutama makanan yang pedas dan asam
• Makan dengan jumlah yang cukup, pada waktunya dan lakukan dengan santai.
• Mengunyah makanan sampai benar – benar lumat.
• Minum air putih yang banyak atau dapat digantikan dengan minuman ber-ion.
• Meminum obat sesuai dengan anjuran dokter.
• Menjaga kebersihan lingkungan seperti alat – alat makan, tempat tidur,dll.
• Hindari untuk meminum alkohol,karena alkohol dapat mengiritasi dan mengikis lapisan mukosa dalam lambung serta dapat mengakibatkan peradangan dan perdarahan.
• Hindari untuk merokok, karena dapat mengganggu kerja lapisan pelindung lambung.
• Lakukan olahraga secara teratur, misalnya senam aerobik. Senam aerobik dapat meningkatkan kecepatan jantung dan pernafasan juga dapat menstimulasi aktivitas otot usus sehingga membantu mengeluarkan limbah makanan dari usus secara lebih cepat.
• Menghindari pemakaian aspirin saat merasa tidak enak badan, digantikan dengan istirahat yang cukup.
• Hindari pemakaian obat gabungan, untuk mengurangi efek negatif obat.
• Hindari stress yang berlebihan.
Untuk keluarga:
• Selalu memperhatikan pola makan pasien.
• Membantu klien mengatasi masalah yang dihadapinya untuk mengurangi rasa stress.
Daftar Pustka:
http://www.adela.com/maag/
http://www.google.com
Padmiarso,M. 2009.15 Ramuan Penyembuh Maag. Jakarta.Bee Media Indonesia.
Padmiarso,M.2008.Sehat Dengan Tanaman Obat.Jakarta, Bee Media Indonesia.
Syamsuri,Istamar,dkk.2007.Biologi Untuk SMA Kelas XI 2B.Jakarta. Erlangga.
Aryulina,Diah.dkk.2006.Biologi Untuk SMA Kelas XI.Jakarta.ESIS.
Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung. Gastritis bukanlah suatu penyakit tunggal, namun beberapa kondisi-kondisi yang berbeda yang semuanya mempunyai peradangan lapisan lambung.
Penyebab-penyebab gastritis
Gastritis dapat disebabkan oleh terlalu banyak minum alkohol, penggunaan obat-obat anti peradangan nonsteroid jangka panjang (NSAIDs) seperti aspirin atau ibuprofen, atau infeksi bakteri-bakteri seperti Helicobacter pylori (H. pylori). Kadangkala gastritis berkembang setelah operasi utama, luka trauma, luka-luka bakar, atau infeksi-infeksi berat. Penyakit-penyakit tertentu, seperti pernicious anemia, kelainan-kelainan autoimun, dan mengalirnya kembali asam yang kronis, dapat juga menyebabkan gastritis.
Gejala-gejala gastritis
Gejala-gejala yang paling umum adalah gangguan atau sakit perut. Gejala-gejala lain adalah:
• bersendawa,
• perut kembung,
• mual dan muntah
• atau suatu perasaan penuh atau terbakar di perut bagian atas.
Darah dalam muntahan anda atau tinja-tinja yang hitam mungkin adalah suatu tanda perdarahan didalam lambung, yang mungkin mengindikasikan suatu persoalan yang serius yang memerlukan perhatian medis yang segera.
Gejalanya bermacam-macam, tergantung kepada jenis gastritisnya.
Biasanya penderita gastritis mengalami gangguan pencernaan (indigesti) dan rasa tidak nyaman di perut sebelah ataas.
Mendiagnosis gastritis
Gastritis didiagnosis melalui satu atau lebih tes-tes medis:
• Endoskopi saluran pencernaan bagian atas. Dokter mendorong dengan pelan-pelan suatu endoscope, suatu tabung kecil yang berisi sebuah kamera kecil, melalui mulut anda (atau adakalanya melalui hidung) dan turun kedalam lambung anda untuk melihat pada lapisan perut/lambung. Dokter akan memeriksa peradangan dan mungkin mengeluarkan suatu contoh kecil jaringan untuk pemeriksaan. Prosedur untuk mengangkat suatu contoh jaringan disebut sebuah biopsi.
• Tes Darah. Dokter mungkin memeriksa jumlah sel darah merah anda untuk melihat apakah anda mempunyai anemia, yang berarti bahwa anda tidak mempunyai cukup sel-sel darah merah. Anemia dapat disebabkan oleh perdarahan dari lambung.
• Tes Tinja/Feces. Tes ini memeriksa kehadiran darah dalam feces anda, suatu tanda perdarahan. Tes feces mungkin juga digunakan untuk mendeteksi kehadiran H. pylori dalam saluran pencernaan.
Merawat gastritis
Perawatan biasanya melibatkan meminum obat-obat untuk mengurangi asam lambung dan dengan demikian membantu menghilangkan gejala-gejala dan memajukan kesembuhan. Asam lambung mengiritasi jaringan yang meradang didalam lambung. Menghindari makanan-makanan, minuman-minuman, atau obat-obatan tertentu mungkin juga direkomendasikan. Jika gastritis anda disebabkan oleh suatu infeksi, persoalan itu mungkin juga dirawat. Contohnya, dokter mungkin meresepkan antibiotik-antibiotik untuk mehilangkan infeksi H. pylori. Sekali persoalan yang mendasarinya hilang, gastritis biasanya jug menghilang. Bicara dengan dokter anda sebelum memberhentikan obat apa saja atau memulai perawatan gastritis apa saja oleh anda sendiri.
Pengobatan
Pengobatan yang sering dilakukan oleh umumnya masyarakat adalah dengan mengkonsumsi obat obatan yang sudah siap untuk diminum seperti:
1. Obat maag jenis pengurang asam lambung/antasida
2. Obat maag jenis penyembuh luka lambung/ antiulserasi
3. Obat maag anti kembung/antiflatulen
4. Obat maag anti kejang/antispasmodik
5. Obat maag anti pembengkakan/antiinflamasi
6. Obat maag pengatur pencernaan/regulator gastro intestinal
7. Antibiotika
Selain obat-obatan menurut resep dokter, tanaman obat dapat mengatasi sakit gastritis ( radang lambung ). Antara lain ditujukan untuk menurangi peradangan dan infeksi, memperkuat dinding mukosa lambung, mengurangi kepekaan danding lambung, serta memperbaiki fungsi kelenjar-kelenjar lambung dan pencernaan secara umum.
Tumbuhan tersebut antara lain :
1. Adas (buah)
2. Akar manis (akar)
3. Daruju (akar)
4. Jeranggau (rimpang)
5. Kelambak (akar)
6. Komfrei (daun)
7. Kunci pepet (rimpang)
8. Kunyit (rimpang)
9. Lidah buaya (daun)
10. Pisang batu (daun)
11. Pulutan (akar)
12. Putri malu (seluruh bagian tanaman)
Pendidikan Kesehatan Pada Pasien Maag / Gastritis:
• Makan dengan porsi sedikit tapi sering.
• Jika pasien merasa lapar, jangan langsung minum – minuman yang mengandung kafein seperti teh, tapi digantikan dengan air putih hangat.
• Bila maag kambuh karena terlambat makan, jangan langsung makan – makanan berat misalnya nasi, tapi digantikan dengan makanan ringan seperti crackers.
• Makan secara benar, hindari makan – makanan yang dapat mengiritasi terutama makanan yang pedas dan asam
• Makan dengan jumlah yang cukup, pada waktunya dan lakukan dengan santai.
• Mengunyah makanan sampai benar – benar lumat.
• Minum air putih yang banyak atau dapat digantikan dengan minuman ber-ion.
• Meminum obat sesuai dengan anjuran dokter.
• Menjaga kebersihan lingkungan seperti alat – alat makan, tempat tidur,dll.
• Hindari untuk meminum alkohol,karena alkohol dapat mengiritasi dan mengikis lapisan mukosa dalam lambung serta dapat mengakibatkan peradangan dan perdarahan.
• Hindari untuk merokok, karena dapat mengganggu kerja lapisan pelindung lambung.
• Lakukan olahraga secara teratur, misalnya senam aerobik. Senam aerobik dapat meningkatkan kecepatan jantung dan pernafasan juga dapat menstimulasi aktivitas otot usus sehingga membantu mengeluarkan limbah makanan dari usus secara lebih cepat.
• Menghindari pemakaian aspirin saat merasa tidak enak badan, digantikan dengan istirahat yang cukup.
• Hindari pemakaian obat gabungan, untuk mengurangi efek negatif obat.
• Hindari stress yang berlebihan.
Untuk keluarga:
• Selalu memperhatikan pola makan pasien.
• Membantu klien mengatasi masalah yang dihadapinya untuk mengurangi rasa stress.
Daftar Pustka:
http://www.adela.com/maag/
http://www.google.com
Padmiarso,M. 2009.15 Ramuan Penyembuh Maag. Jakarta.Bee Media Indonesia.
Padmiarso,M.2008.Sehat Dengan Tanaman Obat.Jakarta, Bee Media Indonesia.
Syamsuri,Istamar,dkk.2007.Biologi Untuk SMA Kelas XI 2B.Jakarta. Erlangga.
Aryulina,Diah.dkk.2006.Biologi Untuk SMA Kelas XI.Jakarta.ESIS.
Subscribe to:
Posts (Atom)